Kontroversi Seputar Halal Haramnya Pasang Susuk

Kontroversi Seputar Halal Haramnya Pasang Susuk – Jauh sebelum alat-alat kosmetik dikenal masyarakat luas seperti sekarang ini, para nenek moyang kita sudah mengenal cara magis yang tujuannya sama dengan peran kosmetik yaitu untuk berhias dan mempercantik diri.

Kontroversi Seputar Halal Haramnya Pasang Susuk

Dalam berhias tentu saja masing masing orang memiliki tujuan yang berbeda. Boleh jadi, jika Ia seorang gadis maka tujuan Ia berhias atau bersolek yaitu agar calon suami makin mencintainnya, dan jika  Ia adalah seorang ibu rumah tangga tujuannya tak lain agar suami lebih kerasan di rumah, makin sayang dan tidak terpikat wanita lain.

Cara magis tersebut sekarang ini lebih dikenal dengan pasang susuk. Nah karena pasang susuk sendiri sifatnya sama dengan berhias atau bersolek, maka peran susuk menjadi “bebas nilai”. Artinya hukum pasang susuk sangat ditentukan dari niat (nawaitu) yang mengenakannya.

Kontroversi Seputar Halal Haramnya Pasang Susuk

Namun demikian kontroversi tentang pasang susuk, sampai saat ini masih belum mencapai titik temu. Artinya masih ada beberapa kalangan yang mengatakan susuk itu haram, namun ada juga yang membolehkannyaa, walaupun dengan catatan untuk tetap mempertimbangkan asas manfaat dan jenis aliran ilmu yang digunakan dalam proses pasang susuk itu sendiri.

Nah untuk kalangan yang mengharamkan susuk, kebanyakan dari mereka khawatir jika memasukkan benda dalam tubuh nanti akan terbawa sampai si pemakai meninggal dunia, terlebih lagi jika susuk itu terbuat dari bahan emas.

Sebagaimana kita ketahui, dari hadis Rasulullah SAW banyak dibahas bahwa emas haram dikenakan oleh lelaki, Namun dari hadis tersebut kemudian muncul beberapa pendapat dari beberapa kalangan, diantaranya:

  1. Susuk emas haram bagi lelaki tapi halal bagi wanita
  2. Susuk emas dihalalkan bagi lelaki karena susuk itu keberadaannya ada di dalam kulit dan di luar daging, karena ada yang berpendapat bahwa hadis yang mengharamkan emas bagi lelaki, yaitu ketika emas tersebut dimanfaatkan bagi perhiasan yang nampak, seperti cincin, kalung, ataupun gelang.
  3. Pendapat yang melarang penggunaan emas dan  pendapat yang memperkenankan, kemudian menempatkan pasang susuk sebagai hal yang khilafiah, sehingga orang awam boleh memilih pendapat yang bisa membuat hatinya tenteram. Artinya Ia diperkenankan memilih, apakah sependapat bahwa susuk itu haram, atau sebaliknya sepakat dengan pendapat yang memperbolehkannya.
  4. Karena susuk belum ada pada zaman kenabian, maka hukum pasang susuk tentu belum pernah dibahas sebelumnya, Oleh karenanya di sini dibutuhkan ijtihat (pendapat) para ahli.

Agama islam sendiri, sangat menghargai perbedaan pendapat itu. Dan pada kenyataannya, praktik pasang susuk tidak hanya berlaku di kalangan paranormal saja. Sebagian dari para ahli ilmu hikmah, yang pada dasarnya lebih memiliki pengetahuan tentang agama yang lebih dalam pun ada yang melakukan praktik pemasangan susuk.

Nah orang orang yang pasang susuk pun berasal dari berbagai jenis latar belakang dan profesi, ada yang ber-profesi sebagai wanita tuna susila, ibu rumah tangga, SPG, bahkan pejabat juga banyak yang pasang susuk dengan tujuan yang beragam pula, namun intinya tetap sama yaitu untuk meningkatkan aura daya tarik, daya pikat, karisma, wibawa, dan pesona dalam dirinya.

Walau demikian Anda tetap harus waspada dan hati hati sebelum memasang susuk, sebab sekarang ini banyak sekali praktik pemasangan susuk yang “menyimpang”, yang mana banyak orang yang mengaku bisa dan ahli pasang susuk tapi sebenarnya mereka hanya bermodal tekad saja. Bahkan banyak juga oknum yang mengaku orang pintar atau paranormal yang melakukan praktik penipuan berkedok susuk pun banyak.

Oleh karena itu insyaAllah di sini saya akan berbagi informasi seputar susuk kepada Anda semua, agar Anda lebih paham tentang susuk.

Salah satu contoh modus penipuan berkedok pasang susuk yaitu, Ketika proses pemasangan susuk pasien disuruh memejamkan mata, bahkan susuk (emas) yang ditunjukkan kepada pasien adalah potongan isi kabel yang bentuk dan warnanya persis seperti susuk sebenarnya.

Ketika pasien itu sudah terpejam maka isi kabel dibuang dengan sontekan ujung jari. Isi kabel pun jatuh ke bawah, selanjutnya terjadilan transaksi sesuai kehendak oknum pranormal palsu itu.

Tragisnya, praktik penyimpangan pemasangan susuk itu menggunakan kedok ritual keagamaan. Mulai dari pakaian yang seperti rohaniawan atau ketika proses pemasangan oknum tersebut secara dramatis membacakan doa doa tertentu, untuk meyakinkan pasien.

Kontroversi Seputar Halal Haramnya Pasang Susuk

Nah proses pemasangan susuk yang tidak dilandasi ilmu batin yang benar, maka akan menimbulkan efek negatif bagia orang yang dipasang susuk. Hal ini biasanya ditandai dengan:

  • Ketika Susuk di tusukkan terasa sakit.
  • Pada bagian yang ditusuk, bisa jadi menimbulkan pendarahan.
  • Setelah susuk masuk seringkali timbul pembengkakan.
  • Dan pada kasus yang lebih parah, akan menimbulkan infeksi pada bagian yang ditusuk.

Tanda tanda di atas, akan sangat mustahil terjadi jika si pemasang susuk sudah menguasai betul ilmunya. Namun tidak menutup kemungkinan bagi pemilik ilmu susuk yang ceroboh dalam mempraktikkan ilmunya juga bisa menimbulkan masalah sebagaimana yang sudah saya sebutkan di atas.

Yang dimaksudkan kecerobahan itu diantaranya, susuk yang dipasang tidak dalam keadaan steril, dari bahan yang berkarat (mudah berkarat), atau bisa juga kurang konsentrasi ketika melakukan proses pemasangan susuk. Artinya seseorang tidak boleh terlalu mengandalkan ilmu tanpa memperhitungkan kemungkinan kemungkinan buruk yang bisa terjadi.

Nah terlepas dari persoalan tentang beberapa orang yang mempertentangkan keberadaan susuk, jauh sebelum saya membuka praktik persusukan, saya sudah banyak berkonsultasi kepada ahli hikmah (orang yang paham tentang agama) tentang susuk itu sendiri.

Kontroversi Seputar Halal Haramnya Pasang Susuk

Hasilnya, ya seperti yang sudah saya sampaikan di atas, sehingga saya pun berpendapat bahwa “hukum” pemasangan susuk itu tergantung asas manfaatnya. Karena selain bermanfaat untuk meningkatkan karisma ataupun kewibawaan, susuk juga bermanfaat (dengan izin Allah) untuk hal hal yang sifatnya perlindungan diri, pelarisan, bahkan untuk membantu proses penyembuhan penyakit yang belum akut.

pasang-susuk-halal

Bahkan dari berbagai pengembangan, untuk mengurangi resiko terjadinya hal hal yang tidak diinginkan, salah seorang pakar energi aura dan praktisi pasang susuk telah berhasil mengembangkan metode pasang susuk dengan menggunakan kapsul herbal, di mana bahan bahan yang dibutuhkan untuk pasang susuk dilebur menjadi serbuk ataupun cair dan di kemas dalam bentuk kapsul.

Dengan demikian proses pasang susuk tidak akan membuat Anda infeksi ataupun terjadi pendarahan, karena kapsul tersebut ketika dikonsumsi langsung masuk dalam tubuh, dan energinyapun langsung menyetu dengan orang yang mengkonsumsinya.

Kontroversi Seputar Halal Haramnya Pasang Susuk

Susuk model baru maha karya Ning Asmara ini, sering disebut dengan susuk pengasihan. Nah jika Anda ingin pasang susuk dengan cara yang aman dan khalal, Anda bisa menggunakan susuk pengasihan sebagai salah satu alternatifnya.