Keperawan wanita bisa dilihat dari bagaimana cara dia berjalan, Mitos ataukah fakta?

 

Keperawan wanita bisa dilihat dari bagaimana cara dia berjalan, Mitos ataukah fakta?

mitoskeperawanan

Menjelang menikah, banyak calon pengantin pria yang mungkin masih meragukan apakah wanita yang hendak dinikahinya nanti masih perawan atau jangan – jangan sudah hilang gadisnya oleh lelaki lain. Terlebih masih banyak mitos-mitos yang berkembang di kalangan masyarakat tentang ciri wanita yang tak lagi gadis atau perawan. Mitos ini berkembang begitu saja tanpa diketahui siapa yang pertama menyebarkan mitos-mitos yang justru merugikan kaum wanita. Nah berikut ini saya akan coba membahas satu persatu mitos yang beredar di masyarakat :

Wanita yang Sudah Tidak Perawan Berjalan dengan Kaki Mengangkang

Mitos yang satu ini terdengar konyol. Pasalnya keperawanan tidak ada hubungannya dengan cara berjalan yang ditentukan oleh fisik tiap-tiap wanita. Misalnya seberapa lebar tulang pinggul atau seberapa besar lingkar pahanya.

 

Rambut di antara Alis Rontok setelah Wanita Kehilangan Keperawanannya

Mitos yang sangat tidak masuk akal. Bagaimana jika seorang wanita memang tidak memiliki rambut di antara alis atau alisnya memang tidak tersambung sama sekali?

 

Setelah Tidak Perawan, Pantat Wanita yang Bundar Seketika Jadi Rata

Jika ini benar, bagaimana dengan wanita yang terlahir dengan bagian pantat yang memang kurang berisi? Lagipula keelastisan otot bagian tubuh tersebut tidak akan terpengaruh setelah seorang wanita bercinta.


Wanita yang Perawan Memiliki Payudara yang Menunjuk ke Atas

Tidak benar, buktinya banyak juga wanita perawan yang memiliki payudara kendor.

 


Payudara Bertambah Besar Jika Wanita Kehilangan Keperawanan

Sebenarnya mitos ini dikaitkan dengan kemaluan pria yang ‘membengkak’ ketika terangsang. Sifatnya pun sementara dan tidak bisa dijadikan patokan bahwa ukuran payudara adalah penanda keperawanan seorang wanita.

 

Urine Wanita Perawan Jernih dan Berkilauan

Jangan percaya mitos yang satu ini. Sebab keperawanan tidak bisa dibuktikan dengan tes urine layaknya kehamilan. Lagipula kualitas urine tergantung pada kebiasaan minum seseorang.


Wajah Wanita yang Tidak Perawan Berbeda dengan yang Masih Perawan

Hal ini biasanya dikatakan oleh para pria. Jika benar begitu, seperti apa perbedaannya? Tidak ada seorang pun yang bisa menjawab karena hal itu cuma mitos dan tidak benar.

 

Berdarah Saat Malam Pertama


Wanita perawan akan mengalami pendarahan ketika bercinta untuk yang pertama kalinya, jika tidak, artinya wanita itu sudah tidak perawan. Inilah mitos yang cukup beredar luas dan dipercaya banyak orang. Sekarang, mari kita bongkar faktanya.

Pendarahan ketika bercinta biasanya terjadi ketika selaput dara robek. Padahal, bisa jadi seorang wanita sudah pernah mengalami pendarahan tersebut dan bukan gara-gara bercinta, melainkan akibat olahraga berat atau kecelakaan.

Selain itu, beberapa wanita yang masih perawan bisa jadi memiliki selaput dara yang sangat fleksibel. Sehingga selaput tersebut tidak robek dan wanita tidak mengalami pendarahan.

Itulah berbagai mitos populer tentang keperawanan wanita. Setelah terbongkar, apakah Anda masih percaya dengan semua hal tersebut?

 

Baca Selanjutnya – Cara Merawat Vagina Agar Selalu Keset, Wangi dan Mencengkram

Incoming search terms: